Burn out: 10 Langkah Yang Sudah Teruji Untuk Mengatasinya

Burn out merupakan fenomena berbahaya yang sudah melanda banyak negara. Forbes mencatat berdasarkan survey yang dilakukannya, lebih dari 52% dari responden mereka pernah mengalami burn out. Terlebih lagi akibat pandemi, angka tersebut meningkat sampai lebih dari 10%.

Selain itu di beberapa indsutri yang memiliki tingkat stress yang tinggi, angka tersebut melonjak jauh lebih tinggi. Dilansir dari apollotechnical, dari survey yang diadakan terhadap 1000 pegawai dari Delloite, lebih dari 77%nya mengaku pernah mengalami burn out.

Lantas apakah sebetulnya fenomena burn out ini? Apa bahaya burn out yang perlu diwaspadai? Dan bagaimana cara mengatasi burn out?

Burnout artinya?

Berdasarkan jurnal WHO (World Health Organization), burn out adalah sindrom yang nyata akibat stress kerja yang kronis dan tidak berhasil dikelola dengan baik.

WHO mengatakan bahwa ada 3 tanda-tanda utama dari burn out:

  • Selalu merasa tidak bertenaga
  • Perasaan negatif yang muncul terus menerus terhadap pekerjaan
  • Berkurangnya produktivitas

Sindrom ini memiliki dampak yang sangat buruk bukan hanya terhadap kesehatan mental melainkan juga kesehatan fisik dari penderitanya.

Baca [10 ciri utama burn out]() untuk mengerti lebih jauh tentang gejala dari burn out.

Beda stress dan burnout

Stress sebetulnya hanyalah tekanan yang dirasakan akibat kesulitan yang dialami. Namun jika tekanan ini tidak dapat dikelola dengan baik dan direspon dengan cara yang kurang tepat, lama-kelamaan tekanan yang dialami akan menumpuk dan dapat menyebabkan burnout.

Stress dalam kadar rendah sebetulnya baik karena dapat memicu seseorang untuk bekerja dengan lebih giat. Bahkan ada orang yang justru dapat bekerja dengan maksimal hanya jika dirinya diberikan tekanan dalam kadar yang wajar. Sedangkan kondisi burn out, baik rendah maupun tinggi kadarnya, tidak memiliki sedikitpun dampak baik.

Cara mengatasi burnout

Seperti yang disebutkan WHO, burn out adalah hasil dari tekanan atau stress yang berlebihan dan tidak dapat dikelola dengan baik. Karena itu, untuk mengatasinya yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengurangi dan mengelola tekanan yang kamu alami. Kedua hal ini dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

Kenali penyebab stressmu

Yang pertama harus kamu lakukan adalah dengan mengenali apa saja yang menjadi sumber stressmu. Mungkin beban pekerjaan yang terlalu berlebihan, kurangnya dukungan dari atasanmu, atau kurangnya penghargaan yang kamu terima di kantor. Apapun itu, cobalah membuat daftar apa saja yang menyebabkan kamu bisa burn out.

Cari kembali motivasimu

Kamu juga harus menemukan kembali motvasimu bekerja. Biasanya orang burn out karena merasa apa yang dilakukannya tidak memberikan apapun untuk kehidupannya dan merasa semua yang ia kerjakan sia-sia. Menemukan kembali alasan dan motivasimu bekerja akan memberikan sense of purpose atau arti dari setiap pekerjaan yang kamu lakukan.

Ingat, apapun alasan atau motivasimu, bahkan kalau itu adalah uang, itu tidak mengapa. Setiap orang memiliki alasan dan kebutuhannya masing-masing dan jika saat ini yang paling kamu butuhkan adalah uang, maka tentu tidak ada salahnya.

Fokus ke hal yang bisa kamu kontrol

Salah satu sumber stress terbesar adalah mencoba mengendalikan hal yang ada di luar kendalimu, seperti omongan orang lain, komentar bos, kenaikan gaji, dan masih banyak lagi. Padahal yang ada dalam kendalimu hanyalah pikiranmu, persepsimu, dan usahamu.

Jadi, fokuskanlah pikiran dan energimu pada hal-hal yang ada di dalam kendalimu sehingga tidak ada stress berlebih yang sebetulnya tidak perlu kamu rasakan.

Kurangi beban kerja

Jika beban kerja yang berlebih merupakan salah satu alasanmu burn out, maka kamu bisa membicarakannya dengan atasanmu. Jangan mengkhawatirkan hal yang tidak perlu seperti, “nanti saya akan dipandang rendah,” atau “nanti gaji tidak akan naik.”

Percayalah, saat ini yang perlu kamu perhatikan adalah kesehatan mental dan fisikmu. Ceritakan alasanmu dengan jelas dan jujur kepada atasanmu dan saat kamu sudah pulih, kamu dapat menunjukkan dedikasimu kembali.

Ceritakan kepada orang terdekat

Bercerita ke orang lain mengenai masalah yang kita alami sudah terbukti dapat menurunkan tekanan yang kita hadapi. Dengan bercerita kepada orang yang tepat, secara psikologis kita merasa bahwa beban yang kita alami berkurang karena kita membaginya dengan orang lain.

Meditasi

Meditasi merupakan salah satu cara untuk melatih dirimu untuk menghadapi tekanan. Dengan meditasi, kamu dapat membuat dirimu menjadi lebih tenang dan dapat meregulasi tekanan dan emosi dengan lebih baik. Selain itu, kamu juga menjadi lebih aware dengan apa yang ada di dalam pikiranmu dan bisa memfokuskan pikiranmu ke hal yang penting.

Lakukan hal yang membuatmu bahagia

Mungkin alasan kamu burn out bukanlah terlalu banyak tekanan, tetapi kamu kurang menggunakan waktu di luar pekerjaanmu untuk melakukan hal yang membuatmu bahagia. Cobalah untuk menemukan dan memulai hobimu kembali, lalu jadwalkan waktu-waktu tertentu untuk melakukannya secara rutin.

Ubah pola makan dan hidupmu

Selain pekerjaan, pola makan dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap tingkat stress kita. Beberapa makanan dan olahraga dapat berfungsi dengan baik melepaskan hormon yang mengurangi tekanan yang kita rasakan.

Selain itu dengan pola makan dan olahraga yang baik, tubuh dan pikiranmu akan terasa lebih sehat dan ringan, sehingga pekerjaanpun akan terasa lebih mudah.

Tidur yang cukup

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kurang tidur merupakan salah satu penyebab stress terbesar di kalangan para pekerja. Selain itu kurang tidur juga membuat pikiran menjadi berkabut dan lama-lama dapat menyebabkan depresi.

Bicaralah ke psikolog

Jika semua cara di atas masih kurang efektif, kamu dapat menghubungi psikolog agar kamu dapat bercerita lebih detail dan mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan profesional.

Berapa lama pulih dari burnout?

Berdasarkan sebuah penelitian tentang burn out, waktu yang dibutuhkan seseorang untuk pulih dari burn out beragam antara beberapa hari sampai beberapa bulan bahkan tahun. Yang terpenting adalah kamu harus menyadari dan mau mengakui kondisimu jika kamu mulai merasa burn out, dan mengatasinya secepat mungkin.

Kesimpulan

Burn out merupakan kondisi yang nyata yang seolah menjadi pandemi di seluruh dunia. Bahaya burn out juga tidak main-main, mulai dari penurunan produktivitas kerja, penurunan imunitas dan kesehatan, sampai dapat berujung ke depresi dan bunuh diri.

Karena itu, jangan pernah menganggap remeh burn out, kenali gejalanya dan atasilah sebelum semuanya terlambat.

Leave a Comment