12 Ciri-Ciri Workaholic Yang Harus Kamu Waspadai

Mecintai pekerjaanmu dan memberikan lebih dari yang diharapkan adalah hal yang baik dilakukan. Tetapi saat kamu sudah lebih mementingkan pekerjaanmu sampai tidak lagi peduli dengan hal lain, maka kamu sudah menjadi seorang workaholic.

Apa itu workaholic?

Workaholic adalah kondisi atau sindrom dimana seseorang merasa harus terus bekerja tanpa berhenti dan akan merasa bersalah ketika Ia tidak bekerja. Berbeda dengan orang yang betul-betul memiliki passion terhadap pekerjaannya dimana Ia akan merasakan kepuasaan saat bekerja, seseorang yang workaholic bekerja atas dasar rasa takut terhadap kondisinya di luar pekerjaan, terhadap pandangan orang lain, dan terhadap masa depannya.

Ada yang mengatakan bahwa dirinya bukan workaholic melainkan hanya seorang pekerja keras. Hal ini karena perbedaan pekerja keras dengan workaholic tidak terlalu terlihat di luar melainkan hanya terlihat dari aspek psikologis.

Malissa A. Clark, seorang asisten professor psikologi menjelaskan perbedaan antara pekerja keras dengan workaholic di dalam sebuah jurnal tentang gaya hidup workaholic. Malissa mengatakan bahwa perbedaan dari seorang pekerja keras dan workaholic berada di dalam alasan dan motivasi mereka bekerja. Seorang pekerja keras menemukan kesenangan, kebahagiaan dan penghargaan yang berarti saat ia bekerja, sedangkan seorang workaholic terus bekerja karena dorongan dan rasa takut dari dalam dirinya.

4 Tipe workaholic

Wayne Oats, seorang psikolog yang memopulerkan istilah workaholic menyebutkan bahwa ada 4 tipe dari seorang workaholic yang perlu kamu ketahui. Mereka adalah:

1.    Si Pengalah

Mereka percaya bahwa bersenang-senang bukanlah hal baik, dan mereka harus selalu berkorban untuk orang lain. Mereka akan berpikir bahwa pekerjaan kantor lebih penting, bahwa mereka harus berkorban demi keluarga dengan bekerja lebih keras lagi, dan mereka selalu memberikan penghargaan lebih pada orang lain karena merasa tidak layak.

2.    Si Penyabot

Terobsesi dengan pekerjaan mereka, Si Penyabot akan terus mencari cara untuk dapat bekerja lebih lama. Mereka akan mencari-cari alasan hal yang mereka lakukan bersama keluarga dan pasangan mereka yang menurutnya “tidak penting dan bisa dipakai untuk bekerja.”

3.    Si Penghukum Diri

Mereka percaya bahwa “tanpa rasa sakit, tidak akan mendapat apa-apa.” Mereka terus mencari tekanan yang lebih berat, pekerjaan lebih banyak, dan risiko yang lebih tinggi untuk mereka kerjakan. Mereka percaya bahwa mereka memiliki kemampuan super untuk menghadapi tekanan sebanyak dan sekuat apapun dan mereka pasti akan mendapatkan penghargaan karena dapat menyelesaikannya.

4.    Si Martir

Mereka adalah orang yang selalu membutuhkan pengakuan orang lain. Mereka merasa bahwa tekanan dan rasa sakit adalah bagian dari pekerjaan yang mereka harus terima. Secara tidak sadar mereka terus mencari tekanan dan rasa sakit itu dan merasa “walaupun semua ini sakit, saya harus tetap bekerja,” seperti pemikiran seorang martir.

Dampak negatif dari gaya hidup workaholic

Tentu kamu sudah menyadarinya, bahwa gaya hidup workaholic adalah gaya hidup yang lama-kelamaan akan merusak kehidupanmu, hubunganmu, kesehatanmu, dan kewarasanmu. Gaya hidup workaholic memiliki dampak negatif yang lama-kelamaan akan semakin berbahaya bagi dirimu.

Bahkan WHO mencatat pada tahun 2016, tedapat 745,000 orang yang meninggal akibat terlalu banyak bekerja. Dari data tersebut ditemukan bahwa orang yang bekerja terlalu banyak setiap minggunya memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi 42% dan risiko stroke lebih tinggi 17%.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup workaholic sudah menjadi fenomena kesehatan yang sangat berbahaya bagi setiap orang. Karena itu kamu sebelum [bahaya dari gaya hidup workaholic](link to workaholic article) menimpamu atau orang terdekatmu, kamu harus mengetahui tanda-tandanya agar dapat diperbaiki sebelum terlambat.

Tanda-tanda kamu seorang workaholic

Berikut adalah 12 tanda-tanda yang akan kamu rasakan dari seorang workaholic:

Waktu tidak pernah terasa cukup

Kamu akan merasa bahwa waktu yang kamu miliki tidak pernah cukup. Hal ini disebabkan karena kamu tidak pernah puas dengan apa yang dirimu kerjakan dan akan terus mencari setiap hal yang bisa kamu kerjakan walaupun tidak penting.

Kamu tidak punya prioritas lain selain kerja

Bagi seorang workaholic, pekerjaan adalah hidup dan identitasnya. Jika kamu adalah seorang workaholic, kamu tidak lagi memiliki prioritas lain selain bekerja dan akan menelantarkan kesehatan, hubungan keluarga, dan semua hal lain yang menurutmu tidak berpengaruh secara langsung terhadap pekerjaanmu.

Kamu sering lupa makan saat kerja

Segala yang tidak berhubungan dengan pekerjaanmu secara langsung merupakan “buang-buang waktu,” termasuk juga makan. Jika kamu adalah seorang workaholic, maka kamu akan mencari alasan ataupun pekerjaan apapun yang sebetulnya tidak harus diselesaikan sekarang, atau sebetulnya bukan tanggung jawabmu untuk kamu kerjakan, ketimbang harus “membuang waktu” untuk makan.

Kurang tidur

Apalagi dengan semakin maraknya trend Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA), seorang workaholic jika bisa bekerja selama 24 jam akan lebih memilih untuk terus bekerja daripada tidur. Sama seperti makan, tidur akan terasa seperti buang-buang waktu untukmu karena kamu bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja.

Kamu selalu kepikiran kerja

Dimanapun kamu berada, dan apapun yang kamu lakukan, hanya pekerjaanlah yang ada di pikiranmu. Walaupun pekerjaanmu sudah selesai, kamu akan mencari alasan untuk memikirkan pekerjaanmu, atau memikirkan pekerjaan apalagi yang dapat dilakukan.

Tidak punya hobi

Tentu saja, karena pekerjaan adalah hidupmu, kamu tidak akan memiliki hobi lain selain bekerja. Walaupun kamu mencoba hobi baru, pada akhirnya kamu akan merasa kalau hobimu tersebut hanya buang-buang waktu dan kamu bisa menggunakan waktu itu untuk bekerja.

Selalu mengakhiri hari dengan pekerjaan belum selesai

Sebetulnya mungkin pekerjaanmu sudah selesai, tetapi kamu akan terus mencari alasan untuk bekerja, mencari pekerjaan apa yang bisa diperbaiki, atau bahkan pekerjaan orang lain yang bisa kamu kerjakan. Tanpa sadar, hal ini membuatmu merasa bahwa pekerjaanmu tidak pernah selesai.

Pekerjaan menjadi identitasmu

Kamu akan merasa kalau pekerjaan merupakan identitasmu. Kamu merasa bahwa pekerjaan adalah seluruh hidupmu dan kamu tidak akan bisa hidup tanpanya. Pada saat kamu merasa pekerjaan adalah identitasmu, kamu akan menjadi semakin gila bekerja karena berhenti bekerja berarti kamu akan kehilangan “nilai diri” dan juga identitasmu.

Kamu stress bekerja, tapi tidak bisa berhenti

Kenyataannya, seorang workaholic bekerja bukan karena passion ataupun tujuan yang nyata, melainkan ketakutan dan juga pemikiran yang sudah tidak rasional. Pada saat bekerja, kamu tetap tidak merasakan kedamaian, melainkan tekanan yang terus menanti. Hal inilah yang menyebabkan dirimu menjadi tidak bisa berhenti bekerja.

Suka diam-diam bekerja di rumah

Terkadang ada seorang workaholic yang tetap ingin menjaga ketenangannya di rumah, tapi bukan dengan alasan karena keluarganya adalah hal yang penting, melainkan karena keributan rumah tangga dapat mengganggu pekerjaannya. Hal ini menyebabkan dirinya mungkin akan tetap berada di rumah, tetapi akan terus mencuri waktu untuk melakukan pekerjaannya.

“Yes Man” untuk bos

Kamu tidak pernah bisa mengatakan “tidak” kepada bosmu, karena kamu merasa takut jika kamu menolak perintah bosmu dengan alasan apapun itu, dirinya akan memandang rendah pekerjaanmu. Walaupun kamu merasa kamu tidak akan sanggup melakukan pekerjaan yang diberikan, kamu akan tetap meng’iya’kan perintah bosmu dan mengorbankan waktu dan tenagamu untuk mengerjakannya.

“No Man” untuk teman-teman

Tentu saja, karena bermain merupakan buang-buang waktu bagimu, kamu akan selalu menolak ajakan temanmu untuk bermain atau sekedar bertemu dan bertukar kabar dengan teman-temanmu. Jika kamu memang memiliki waktu untuk melakukannya, maka kamu akan lebih memilih untuk bekerja daripada meng’iya’kan ajakan teman-temanmu.

Kesimpulan

Gaya hidup workaholic adalah gaya hidup yang sangat mematikan bagi setiap orang. Tidak hanya merenggut kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental bagi setiap penderitanya.

Tanda-tanda di atas merupakan hal yang sangat penting untuk kamu ingat dan kamu sadari sedari dini. Karena jika tidak, maka lama-kelamaan gaya hidup ini tidak hanya akan merusak dirimu, tapi juga keluarga dan orang-orang terdekatmu.

Leave a Comment