Dopamine Detox: Manfaat Dan Cara Terbaik Melakukannya

Apakah kamu sulit fokus? Merasa kalau sebentar saja kamu tidak memeriksa handphone dan sosial mediamu, rasanya ada yang kurang? Atau kamu merasa mudah kecanduan menonton film ataupun main game? Mungkin tubuhmu sudah kelebihan dopamin dan kamu memerlukan dopamine detox.

Apa itu dopamin?

Dopamin adalah salah satu hormon neurotransmitter, atau hormon yang berfungsi untuk menyampaikan rangsangan dari otak ke seluruh tubuh. Dopamin merupakan hormon yang berperan besar dalam membuat kita merasakan perasaan puas, termotivasi dan mengharapkan sebuah penghargaan.

Sebagai hormon neurotransmitter, dopamin juga mempengaruhi banyak fungsi di dalam tubuh kita seperti memori dan fokus, fungsi otak, motorik, regulasi rasa sakit, mood dan emosi, respon terhadap stress, dan masih banyak lagi.

Namun, sebetulnya fungsi dopamine yang paling utama dalam sejarah perkembangan manusia berhubungan dengan reaksi terhadap kenikmatan dan kesenangan. Dopamin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh ketika kita melakukan hal yang menyenangkan dan memberi kenikmatan seperti makan, berolahraga, sampai hubungan seksual. Pada saat kita melakukan aktivitas tersebut, otak kita merespon dengan melepaskan dopamin yang akan membuat kita merasakan kebahagiaan dan mendambakan kegiatan itu kembali.

Bahaya terlalu banyak dopamin

Terlalu sedikit dopamin akan membuat kamu akan terus merasa bosan, kesulitan menemukan motivasi, dan hidup akan terasa suram. Tetapi, terlalu banyak dopamine terpapar oleh dopamin juga tidak baik bagi tubuhmu dan dapat menghancurkan hidupmu.

Terlalu banyak dan sering terpapar hormon ini dapat membuatmu menjadi lebih agresif, sulit berpikir jernih, dan menjadi egois. Selain itu, saat kamu terus berada dalam kondisi dopamin yang tinggi, kamu akan lebih cenderung mengambil risiko tanpa berpikir panjang dan sangat mudah untuk memiliki adiksi terhadap apapun.

Berdasarkan laporan dari National Library of Medicine, saat kamu terlalu sering melakukan hal yang memicu produksi dopamin, hormon ini akan membuat otakmu semakin mudah mengingat dan berfokus pada sensasi yang diberikan oleh kegiatan tersebut. Hasilnya, memori yang kuat akan kenikmatan yang kamu rasakan akan terpatri dengan kuat di otakmu.

Hal inilah menyebabkan otakmu jadi terus mendambakan rasa nikmat tersebut dan akan secara aktif mencarinya. Pada saat itulah dirimu sudah memiliki adiksi terhadap kegiatan tersebut.

Selain itu, karena kamu sudah terbiasa melakukan kegiatan tersebut untuk memicu produksi dopamin, secara fisik dan psikologis, dirimu akan lebih sulit melepaskan dopamin dan merasakan kenikmatan dari kegiatan lain. Apalagi yang sulit dilakukan dan tidak memberikan reward secara instan.

Berdasarkan sebuah artikel dari Harvard Health Blog, enam jenis kecanduan yang paling umum disebabkan oleh kelebihan dopamin adalah makan di saat emosi, penggunaan internet dan game yang berlebihan, judi dan belanja, porno dan masturbasi, pencarian ketegangan dan drama, dan terakhir penggunaan obat-obatan terlarang.

Apa itu dopamin detox?

Dopamin detox adalah sebuah sebuah metode pemulihan atau pengaturan ulang sistem di dalam tubuh yang sudah terlalu banyak dan sering terpapar oleh dopamin.

Dopamin detox pertama kali dipelopori dan dipopulerkan oleh dr. Cameron Sepah, dimana pada awalnya diberi nama dopamine fasting atau puasa dopamin. Metode ini pada awalnya dibuat oleh dr. Cameron berdasarkan terapi CBT (Cognitive Behavioral Therapy) yang bertujuan untuk mengurangi kecanduan terhadap stimuli yang kurang sehat seperti notifikasi dari peralatan digital kita. Metode ini bertujuan untuk mengatur ulang kondisi tubuh dengan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan adiksi tersebut.

Sebagai hasilnya, diharapkan orang yang melakukan dopamin detox akan dapat kembali merasakan kesenangan dan kebahagiaan dari hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup.

Manfaat Dopamin detox

Dengan dopamin detox, kamu akan kehilangan respon dan ingatan tubuhmu terhadap kegaitan-kegiatan yang sudah membuatmu kecanduan akibat dopamin. Dengan hilangnya respon tersebut, diharapkan dorongan psikologis untuk terus mencari pemicu adiksimu juga akan hilang.

Akibatnya, kamu akan lebih mudah untuk menikmati dan memicu pelepasan dopamin dari hal-hal yang lebih berarti seperti membaca buku, menikmati pemandangan alam, dan berolahraga. Selain itu, karena sudah tidak lagi terbiasa mencari pelepasan dopamin secara instan, kamu akan lebih mudah untuk berfokus pada hal yang memberikanmu penghargaan dalam waktu lebih lama.

Cara melakukan dopamine detox

Untuk melakukan dopamin detox, sebetulnya sesimpel menghilangkan segala paparan yang mungkin kamu alami terhadap kegiatan yang memicu pelepasan dopamin dari otakmu. Tetapi, tentu tidak semudah itu. Apalagi bagi kamu yang sudah cukup kecanduan, maka melepaskan pemicumu begitu saja akan terasa sangat sulit.

Berikut adalah langkah untuk melakukan dopamin detox yang bisa kamu mulai hari ini juga.

Temukan alasanmu melakukannya

Untuk lepas dari hal-hal yang notabene membuat dirimu merasakan kenikmatan, membutuhkan motivasi yang kuat. Itulah mengapa, pertama kamu harus menentukan dahulu, mengapa kamu ingin melakukan dopamin detox.

Alasan yang kuat akan menjadi jangkar yang akan mempertahankan komitmenmu saat melakukan dopamin detox, apalagi saat pemicumu muncul dan dambaan untuk melakukannya lagi begitu kuat.

Buat daftar pemicumu

Setelah kamu tahu “kenapa”nya, carilah “apa”nya. Kamu harus tahu apa yang menjadi pemicu utamamu, karena setiap orang memiliki pemicu yang berbeda-beda. Orang yang kecanduan sosial media atau masturbasi mungkin melakukannya setiap kali ada waktu kosong, atau saat dirinya sedikit saja merasa bosan.

Setelah kamu menemukan pemicu utamamu, kamu bisa mulai menghilangkannya satu per satu, atau mengurangi paparanmu terhadap pemicumu tersebut. Misalnya dengan menghapus sosial mediamu, atau VPN dari komputermu.

Logout dan hapus social media dan gamemu

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh We Are Social di tahun 2020, di Indonesia rata-rata orang menggunakan Whatsapp sebanyak 30.8 jam per bulan, Youtube 25.9 jam per bulan, Facebook 17 jam per bulan, Instagram 17 jam per bulan, TikTok 13.8 jam per bulan, dan Twitter 8.1 jam per bulan. Data tersebut belum lagi ditambah dengan aplikasi streaming video lain seperti Netflix, Viu dan juga aplikasi game.

Dari data tadi saja, berarti rata-rata orang menghabiskan 3,75 jam setiap harinya melihat sosmednya. Inilah mengapa sosial media dan game menjadi salah satu pemicu utama pelepasan dopamin bagi setiap orang.

Dengan menghapus sosmed dan game di handphonemu, kamu membatasi akses yang kamu miliki terhadap pemicu-pemicu tersebut.

Kalau kamu masih kesulitan untuk lepas dari sosmedmu, baca [cara terbaik untuk detox sosmed](link to sosmed detox).

Buat journal

Setelah itu, yang perlu kamu lakukan setiap sehari adalah membuat jurnal tentang apa yang kamu rasakan selama proses ini berlangsung.

Membuat jurnal selain berdampak baik karena membuatmu lebih sadar dan mindful dengan apa yang kamu rasakan, kamu juga menjadi lebih sadar akan apa saja yang mungkin menjadi pemicumu tetapi belum pernah kamu sadari sebelumnya.

Pertahankan minimal selama 2 minggu

Untuk mendapatkan hasil yang baik, menurut dr.Cameron Sepah, waktu minimal untuk melakukan dopamin detox adalah selama 2 minggu.

Namun, tidak terbatas selama 2 minggu saja, jika kamu merasa bahwa dopamin detox memberi manfaat yang luar biasa bagi hidupmu dan ingin melakukannya lebih lagi, kamu bisa melanjutkannya sampai 90 hari atau bahkan selama 1 tahun.

Kesimpulan

Dopamin sebetulnya adalah hormon baik yang membuat kita merasakan kesenangan dan kenikmatan dari banyak hal yang kita lakukan. Namun sayangnya, jika kita terus memaparkan diri kita terhadap dopamin secara berlebihan, dampak positif dari dopamin semakin lama akan semakin surut dan menyebabkan kita kehilangan gairah dan kesenangan dalam hidup.

Walaupun kamu tidak memiliki adiksi, cobalah untuk melakukan dopamin detox minimal setiap 3 sampai 6 bulan sekali untuk menjaga tingkat dopamin di dalam tubuhmu dan membuatmu dapat menikmati setiap hal kecil yang ada di dalam hidupmu sepenuhnya.

Leave a Comment