Etos Kerja: 10 Langkah Jitu Menerapkannya Di Kantormu

Dengan meningkatnya jumlah start-up di Indonesia yang mengambil gaya kerja para pendahulunya dari Amerika seperti Google dan Apple, etos kerja menjadi hal yang semakin penting untuk dimiliki.

Gaya kerja yang lebih mementingkan hasil, waktu kerja yang bebas, dan tempat kerja yang tidak lagi harus di kantor terkadang membuat etos kerja dari para pegawai jadi hilang. Motivasi bekerja di perusahaannya pun terkadang menjadi rendah karena tidak ada lagi yang mengawasi secara langsung.

Belum lagi dengan adanya pandemi yang membuat trend Work From Home (WFH) atau bahkan Work From Anywhere (WFA) menjadi norma yang umum membuat etos kerja semakin penting untuk ditanamkan dan dikukuhkan kembali.

Etos kerja adalah?

Etos kerja adalah keyakinan, prinsip, dan cara seseorang dalam bekerja dengan memegang teguh nilai-nilai yang baik dan ditunjukkan secara nyata melalui pekerjaannya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.

Selain itu, etos kerja tidak hanya dilihat berdasarkan omongan ataupun hasil yang ditunjukkan oleh orang tersebut, melainkan dari cara bekerjanya secara keseluruhan.

Saat kamu bekerja di dalam sebuah perusahaan, kamu akan terlibat dalam banyak hal selain pekerjaanmu utamamu seperti: bagaimana kamu bekerja dalam tim, komunikasi dengan kolega di kantor, cara kamu memimpin bawahanmu, kejujuran dalam bekerja, pembawaanmu, cara berpakaian dan masih banyak lagi. Etos kerja yang baik akan ditunjukkan dalam segala aspek di atas, segala aspek dari kehidupan kerjamu.

Tidak hanya di kantor, etos kerja juga harus kamu tunjukkan di luar kantor. Kenapa begitu? Karena sebagai bagian dari perusahaan, secara sengaja ataupun tidak, kamu akan menjadi “perwakilan” yang membawa nama perusahaan tempatmu bekerja. Saat ada hal yang tidak pantas yang kamu lakukan, hal tersebut dapat menjadi momok yang akan merusak nama dari perusahaan.

Etos kerja adalah hal yang krusial untuk diterapkan bagi setiap perusahaan yang ingin memiliki budaya yang sehat dan hasil yang signifikan.

Pentingnya etos kerja

Prinsip etos kerja penting untuk dimiliki dan diterapkan oleh setiap individu dari perusahaan karena:

  • Dengan etos kerja yang baik, suasana bekerja di kantor akan terjaga. Perselisihan ataupun gesekan merupakan hal yang wajar terjadi, namun dengan etos kerja yang baik, setiap orang akan mengerti bahwa yang harus dipentingkan bukanlah ego pribadi, melainkan kemajuan dari perusahaan.
  • Etos kerja yang baik juga hal yang penting dalam memastikan hasil pekerjaan yang baik. Prinsip etos kerja juga mencakup disiplin yang baik dalam bekerja dan tanggung jawab yang tinggi, dimana kedua hal ini merupakan 2 hal utama dalam menunjang produktivitas setiap orang dalam bekerja. Apalagi saat WFH ataupun WFA, tanpa tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi, godaan untuk tidak melakukan pekerjaan sesuai tanggung jawabnya sangatlah tinggi.
  • Satu manfaat etos kerja lainnya adalah untuk menjaga nama baik perusahaan. Walaupun sedang tidak di kantor ataupun sedang tidak melakukan pekerjaan, kamu tidak tahu siapa yang akan kamu temui; Dan tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang akan kamu temui merupakan orang yang penting bagi perusahaanmu. Jika kamu memiliki etos kerja yang baik, kamu akan sadar bahwa segala tindakanmu dapat menunjang atau justru menjatuhkan nama baik perusahaan.

Ciri-ciri orang dengan etos kerja yang baik

Jika kamu memiliki etos kerja yang baik, hal itu akan terlihat dari mulai caramu bekerja sampai caramu membawa diri di setiap tempat. Secara garis besar, ada 8 hal yang merupakan ciri-ciri dari seseorang yang memiliki etos kerja yang baik, diantara lain adalah:

  • Dapat diandalkan oleh atasan maupun bawahan
  • Dedikasi tinggi terhadap pekerjaan dan tanggung jawabnya
  • Disiplin saat bekerja dimanapun
  • Berfokus meningkatkan produktivitas dalam bekerja
  • Dapat bekerja sama dengan baik
  • Berintegritas dan memiliki moral yang kuat
  • Dapat dipercaya dan memertahankan kepercayaan tersebut
  • Profesional dalam bekerja, berpakaian, dan berperilaku

Cara menumbuhkan etos kerja yang baik

Untuk dapat menumbuhkan etos kerja yang baik di dalam diri maupun perusahaan, ada 10 hal yang harus kamu lakukan. Berikut adalah daftarnya:

1. Memprioritaskan tanggung jawab kerja di atas hal lain

Saat awal bekerja, memang sudah ada jam kerja yang diatur oleh kantormu. Namun Bukan berarti seusai jam kerja, kamu bisa begitu saja mengabaikan pekerjaanmu. Tanggung jawab dalam bekerja tidak hanya tentang bekerja di jam yang ditentukan, melainkan kamu harus memprioritaskan apa yang sudah menjadi tanggung jawabmu di atas hal lainnya.

2. Selalu meningkatkan kualitas diri

Selain dapat melakukan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabmu, etos kerja yang baik juga berarti kamu akan terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas dirimu. Bukan hanya “asal pekerjaan selesai” tetapi terus mencari jalan agar segala pekerjaan yang kamu lakukan bisa lebih efisien dan membuahkan hasil yang semakin baik.

3. Menghormati teman sekantor

Memiliki etos kerja yang baik tidak hanya ditunjukkan melalui hasil pekerjaanmu, namun juga dengan cara kamu berinteraksi dengan kolegamu. Entah dalam bekerja sama ataupun berkomunikasi di kantor, kamu harus menghormati waktu, keputusan, dan juga pendapat dari teman sekantormu. Selain untuk menjaga hubungan, sikap ini juga akan menciptakan budaya kantor yang jauh lebih baik.

4. Telaten dalam bekerja

Sekali lagi, etos kerja bukan berarti “asal pekerjaan selesai”, namun kamu harus memastikan segala pekerjaan dilakukan dengan baik. Salah satu kualitas yang menunjukkan etos kerja yang baik adalah selalu memperhatikan detail dengan mengkaji ulang setiap pekerjaan yang sudah dilakukan dan memastikan hasilnya maksimal.

5. Menjadi representasi dari perusahaan

Saat kamu bekerja di sebuah perusahaan, kamu secara tidak langsung adalah salah satu representasi dari perusahaanmu. Karena itu, kamu harus dapat menjaga segala perilakumu dan dapat membawa diri dengan baik dimanapun kamu berada. Jika tidak, saat kamu melakukan hal yang melanggar norma dan moral yang berlaku, maka nama baik dari perusahaanmu yang mungkin akan tercoreng.

6. Rendah hati

Terus berusaha meningkatkan kualtias diri itu bagus, berjuang agar setiap pekerjaanmu menjadi yang terbaik adalah hal yang terpuji, tapi bukan berarti hal tersebut boleh menjadi alasan kamu untuk menyombongkan diri. Saat kita meninggikan diri, maka akan sulit bagi kita untuk dapat belajar dari orang lain, karena kita akan menganggap mereka lebih rendah dari kita. Kemauan untuk merendahkan diri dan mau belajar dari siapapun adalah salah satu hal paling penting dalam memiliki etos kerja yang baik.

7. Dapat mengatur waktu dengan baik

Ada yang bisa menyelesaikan semua pekerjaannya dan masih memiliki waktu beristirahat dengan baik. Di sisi lain, ada yang bahkan kelimpungan untuk sekedar menyelesaikan pekerjaannya.

Kenapa bisa begitu? Padahal kita semua memiliki 24 jam yang sama setiap harinya.

Semuanya hanya masalah bagaimana kamu dapat mengatur waktumu dengan baik dan memiliki integritas terhadap setiap tanggung jawab yang sudah diserahkan kepadamu.

8. Rapih dalam bekerja

Saat bekerja menggunakan perangkat digital, banyak orang yang tidak terbiasa untuk merapihkan berkas-berkas digitalnya. Selain berbahaya karena kamu dapat kehilangan berkas penting, hal ini akan memperlambat pekerjaan karena kamu akan kesulitan mencari berkas yang dibutuhkan.

Cobalah untuk merapihkan berkas-berkas yang ada di laptopmu dengan mengelompokkannya berdasarkan: waktu, jenis pekerjaan, dan tingkat kepentingannya. Selain itu, jika daa yang disimpan sudah terlalu banyak, kamu bisa memindahkan data lamamu ke cloud storage seperti Google Drive, DropBox, ataupun OneDrive.

Atau kamu juga bisa memilih opsi lain dengan memindahkan semua berkas digitalmu ke harddisk eksternal.

9. Selalu jujur dalam bekerja

Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam bekerja. Bukan hanya saat melakukan pekerjaanmu, tetapi yang lebih penting adalah saat kamu melakukan kesalahan atau ada pekerjaan yang di luar batas kemampuanmu.

Mengakui kesalahan dan kelemahan bukan berarti kamu tidak kompeten, melainkan tanda bahwa kamu adalah orang yang mau belajar dan percaya bahwa kekuranganmu saat ini bukan berarti tidak bisa kamu perbaiki dan kembangkan di masa depan.

10. Dapat bekerja sama dalam tim

Untuk memiliki etos kerja yang baik, kamu juga harus dapat bekerja sebagai anggota tim yang baik. Setiap individu di dalam tim harus berkontribusi terhadap hasil yang akan didapat oleh timnya. Tidak ada yang lebih penting ataupun kurang penting, karena semuanya memiliki tanggung jawabnya masing-masing demi keberhasilan kerja tim mu.

Selain itu, saat ada kesalahan yang terjadi, jika itu bukan kesalahanmu, fokuslah untuk mencari solusinya dan bukan mencari siapa yang salah.

“Mengembangkan etos kerja yang baik adalah kunci dari kesuksesan. Milikilah etos kerja yang baik dalam segala hal yang kamu lakukan, tidak perduli kamu seorang office-boy atau hanya bekerja paruh waktu, karena etos kerja itulah yang akan menjadi cerminan seluruh hidupmu.” – Tyler Perry

Kesimpulan

Memiliki etos kerja yang baik merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan karena meliputi segala aspek yang akan menunjang hasil dan cara kerja dari setiap orang yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, etos kerja yang baik merupakan fondasi yang essensial dalam perkembangan perusahaan.

Karena pada akhirnya, perusahaan bukan hanya soal apa yang dihasilkan atau berapa banyak uang yang didapat, melainkan bagaimana manusia-manusia yang menjalankan segala operasi di dalamnya.

Leave a Comment