Ikigai: Filosofi Hidup Bermakna Ala Orang Jepang

Setiap orang ingin punya hidup yang penuh makna, mungkin termasuk kamu juga. Melakukan apa yang membuatmu bahagia setiap harinya, mengerjakan hal yang bermakna bagi diri dan orang lain, serta hidup yang penuh kenikmatan setiap harinya menjadi impian banyak orang.

Tapi sayangnya semakin hari, kita semakin didorong oleh standar yang dibuat oleh masyarakat. Semakin banyak bualan-bualan yang dipromosikan oleh para orang sukses tentang “apa yang seharusnya membuat bahagia.” Seolah kebahagiaan hanya berhubungan dengan karir dan kesuksesan.

Pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang mengalami depresi walaupun sukses secara finansial dan karir. Mengapa demikian? Karena sebetulnya, hidup kita memiliki banyak aspek lainnya seperti kesehatan, hubungan sosial, cinta, dan spiritual.
Jadi, bagaimana kita dapat mencapai hidup bermakna yang sesungguhnya? Salah satunya adalah dengan filosofi Ikigai.

Ikigai adalah?

Secara gamblang, Ikigai dapat diartikan sebagai “alasan untuk berada,” diambil dari kata Iki yang berarti hidup dan gai yang berarti nilai. Ikigai dapat diartikan sebagai tujuan atau cara hidup yang akan membuat hidupmu terasa penuh.

Sejarah Ikigai

Ikigai adalah salah satu filosofi hidup yang diterapkan oleh orang Jepang, khususnya pulau Okinawa di Jepang Selatan.
Dimana pulau tersebut merupakan pulau dengan jumlah centenarian atau orang yang berusia lebih dari seratus tahun terbanyak di dunia. Sebuah misteri yang akhirnya terpecahkan di awal tahun 2000an saat seorang professor dari Universitas Toyo Eiwa melakukan penelitian ke Okinawa. Professor Hasegawa menemukan bahwa salah satu rahasia hidup panjang dari penduduk Okinawa adalah setiap harinya, mereka menghidupi sebuah filosofi yang bernama Ikigai.

Dari hasil penelitiannya, Ikigai ternyata sudah menjadi prinsip hidup di Okinawa sejak sekitar tahun 800an dan sampai sekarang, masih dijalani sepenuhnya oleh orang-orang yang hidup di sana.

10 Filosofi Hidup Ikigai

Berdasarkan buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life karangan Francesc Miralles and Hector Garcia, kehidupan orang Okinawa yang berpacu terhadap Ikigai memiliki 10 aturan yang dapat kamu terapkan sehari-hari sebagai berikut:

Hidup aktif

Saat kita terlalu lama diam, aktivitas sel dan metabolisme di tubuh kita melambat. Hal inilah yang menyebabkan kita lebih cepat menua. Bukannya harus rajin berolahraga, melainkan aktif bergerak setiap harinya seperti berjalan, merenggangkan tubuh, dll.

Hidup lebih pelan

Saat diwawancara oleh Francesc Miralles and Hector Garcia, salah satu centenarian dari Okinawa berkata:

“Rahasia saya untuk hidup panjang adalah selalu berkata pada diri sendiri, ‘pelan-pelan dan tenanglah, anda hidup lebih lama jika tidak terburu-buru.”

“Sesibuk apapun dirimu, lakukan satu hal pada satu waktu, jangan memaksa”

Centenarian Okinawa

Nyatanya memang betul bahwa salah satu penyebab stress terbesar adalah saat kita merasa waktu tidak cukup dan memaksakan diri untuk multi-tasking.

Tahan nafsu makanmu

Salah satu filosofi Jepang yang diterapkan oleh orang Okinawa adalah “hara hachi bu”, yang berarti “makan hingga 80%”. Entah bagaimana orang Okinawa zaman dahulu mengetahuinya, tetapi studi terbaru memang menyatakan bahwa makan terlalu penuh sangat berisiko bagi tubuh kita karena dapat memperlambat kerja tubuh kita, mengurangi kerja otak, dan meningkatkan potensi penyakit-penyakit seperti jantung, diabetes, dan stoke.

Jaga pertemanan yang baik

Sebuah studi dari Hallmark Care Homes di UK menunjukkan bahwa orang yang memiliki lingkungan pertemanan yang baik, memiliki hidup yang lebih bahagia, sehat, dan produktif setiap harinya. Selain itu memiliki pertemanan yang baik juga terbukti menurunkan tingkat depresi dan risiko demensia.

Jangan takluk oleh umur

Doktrin dunia pada umunya menyatakan bahwa semakin tua orang pasti lemah dan mulai digandruni penyakit. Hal ini tidak berlaku bagi orang Okinawa.

Penduduk Okinawa percaya bahwa semakin tua, maka semakin banyak kebahagiaan yang mereka dapat, semakin banyak hal berarti yang mereka sudah lakukan, dan semakin banyak memori yang didapat. Dan semua hal itu justru berujung kepada kondisi yang semakin sehat.

Banyak tersenyum

Tersenyum terbukti merupakan salah satu obat stress terbaik. Tersenyum dapat memicu keluarnya hormon endorfin yang dapat berfungsi menurunkan stress dan membuat kondisi tubuh lebih baik.

Bersinggunganlah dengan alam

Di alam bebas, kamu dapat menghirup lebih banyak oksigen yang sangat baik bagi tubuhmu. Selain itu, berpergian dan bersinggungan dengan alam terbukti dapat menurunkan kadar stress dan memicu tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang baik.

Bersyukurlah

Hidup dipenuhi dengan banyak naik dan turun; Kalau kata orang, hidup itu seperti roda, selalu berputar. Sekarang tinggal pilihanmu saja, ingin melihat segala hal buruk yang terjadi, menyesalinya, dan menganggap hidupmu menyedihkan, atau kamu dapat melihat segala yang baik dan bersyukur atas hidupmu yang dipenuhi oleh berkat.

Hiduplah pada saat ini

Stress sebetulnya terjadi saat kamu berusaha merubah hal yang sudah lewat, ataupun berusaha mengatur hal yang belum datang. Walaupun sebetulnya, kamu tahu kalau hal itu tidak mungkin. Karena itu, hiduplah di saat ini, berfokus pada hal yang ada di depanmu, karena hanya itu yang ada di dalam kendalimu

Hidup bermakna? Temukan Ikigaimu

Setiap hari, kita menghabiskan 1/3 dari hidup kita untuk bekerja. Jika kamu membenci apa yang kamu kerjakan, atau kamu melakukan pekerjaanmu hanya karena uang, akan ada saatnya kamu merasa hidupmu membosankan dan tidak berarti. Itulah mengapa menemukan Ikigaimu menjadi sangat penting.

Tapi, justru di sini kesulitan itu dimulai. Bagaimana cara untuk menemukannya? Salah satu yang bisa kamu jadikan acuan terbaik adalah diagram Ikigai.

Diagram Ikigai Zaman Modern

Marc Winn, seorang pecinta kopi, mentor, pebisnis, dan penasihat, adalah orang yang menciptakan diagram yang kita kenal sebbagai diagram Ikigai. Marc menciptakannya bukan dari research mendalam mengenai budaya Jepang, melainkan diagram ini keluar dari sebuah inspirasi singkat saat Ia menuangkan pikirannya mengenai Ikigai dalam waktu 45 menit saja.

Walaupun dibuat dalam waktu yang singkat, dampak yang luar biasa ditunjukkan oleh hasil karyanya tersebut. Sejak ditulis di blog milik Marc di tahun 2014, diagram Ikigai sudah menjadi fenomena di seluruh dunia dan merubah hidup jutaan orang. Bahkan sudah ada beberapa orang yang menulis buku berdasarkan diagram tersebut.

Seperti yang dapat dilihat di gambar, Ikigai adalah gabungan dari 4 hal:

  • apa yang kamu cintai/membuatmu bahagia
  • apa yang dunia butuhkan
  • apa yang mahir kamu lakukan, dan
  • apa yang kamu dapat dibayar untuk lakukan.

Sedangkan hal-hal seperti profesi, passion, misi, dan vokasi, hanyalah gabungan dari dua kuadran yang ada dalam diagram tersebut.

Cara menemukan Ikigai

Fellexandro Ruby, salah seorang entrepreneur, podcaster, dan content creator pernah melakukan sharing di salah satu acara yang diselenggarakan Bukalapak mengenai perjalanannya menemukan Ikigai.

Setelah mencoba 9 macam pekerjaan, dari mulai sales alat berat, food blogger, sampai penyanyi, akhirnya beliau dapat menemukan Ikigainya. Mengutip dari Fellexandro,

“Hidup memang kadan-kadang harus keluar dari zona nyaman, karena kita harus bereksperimen mencoba hal-hal yang di luar comfort zone kita, kadang kembali lagi, kadang ke sisi lain lagi, dan akhirnya ketemu balance di tengah yang bernama Ikigai”

Betul, salah satu cara kamu bisa menemukan Ikigai adalah dengan berani untuk keluar dari zona nyaman dan bereksperimen terhadap hidupmu; Tapi bukan hanya itu saja.

Tanpa adanya kesadaran diri yang tinggi, kamu tidak akan sadar saat langkah yang kamu ambil sudah salah, dan kamu sudah mendapatkan pelajaran yang diperlukan. Jika tidak, maka kamu justru akan terjebak di dalam hal yang bukan Ikigaimu. Selain itu, kerendahan diri juga merupakan salah satu kunci terpenting di sini karena, jika tidak, gengsi akan memakanmu dan kamu akan terlalu malu untuk mengakui kalau kamu sudah salah langkah.

Kesimpulan

Menemukan Ikigai dan menjalaninya merupakan kunci dari hidup bermakna yang dapat kamu temukan dengan bereksperimen, memiliki kesadaran diri yang tinggi, dan dibarengi dengan kerendahan hati. Tapi tentu, prosesnya tidak akan mudah dan berbeda bagi setiap orang.

Ada yang menemukan Ikigainya di umur belasan, ada yang 20an, ada yang bahkan baru menemukan Ikigainya diumur 60an. Yang terpenting adalah kamu tidak berhenti untuk mencoba dan bereksperimen terhadap hidupmu dengan bertanggung jawab.

Karena percayalah, mungkin jalanmu akan sulit, lama, dan bahkan mungkin menyakitkan. Tetapi, saat kamu menemukan Ikigaimu, hidupmu akan terasa lengkap sepenuhnya.

Leave a Comment