Kenapa Kamu Prokrastinasi Dan 5 Cara Terbaik Mengatasinya

Sebuah survey yang dilakukan seorang pakar produktivitas, Darius Foroux, dimana sebanyak 2,219 orang diberi pertanyaan, “seberapa lama kalian prokrastinasi kemarin?” menunjukkan bahwa 88% dari para pekerja melakukan prokrastinasi selama 1 jam setiap harinya.

Dari data tersebut, 80% dari pegawai dan 76% dari pengusaha melakukan prokrastinasi antara 1-4 jam setiap harinya. Bukankah itu cukup gila? Jika seorang pegawai berprokrastinasi selama 2 jam setiap harinya, itu berarti 25% dari waktu kerjanya ia tidak melakukan apa yang menjadi kewajibannya.

Mungkin akan ada yang beralasan bahwa dirinya tidak mendapat bayaran yang cukup sehingga tidak memiliki semangat bekerja. Ada juga yang bilang bahwa terkadang “kepepet” justru menjadi motivasi yang baik untuk dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. Tapi dengan adanya data pembanding bahwa 76% dari pengusaha juga melakukannya, semua alasan itu jadi terbantahkan.

Jadi, apa sebetulnya prokrastinasi itu? Kenapa orang bisa melakukannya? Dan apakah ada solusinya?

Prokrastinasi adalah?

Prokrastinasi adalah sifat atau kecenderungan seseorang untuk secara sadar menunda melakukan suatu hal, walaupun ia sudah tahu akibat buruk yang mungkin datang akibat penundaannya.

Kata prokrastinasi sebetulnya berasal dari Bahasa Latin “procrastinare” yang berarti menunda sampai besok. Selain itu, dari Wikipedia Bahasa Indonesia, prokrastinasi berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda.

Jadi secara garis besar, prokrastinasi merupakan sebuah tindakan menunda yang disengaja terhadap hal yang sudah kita sadari kepentingannya. Pertanyaannya, mengapa ada yang melakukan hal tersebut?

Alasan Prokrastinasi

Ada banyak alasan seseorang berprokrastinasi, tapi tidak seperti yang banyak orang kira, sebetulnya prokrastinasi bukanlah masalah disiplin diri, ataupun masalah kurangnya kontrol diri.

Prokrastinasi berasal dari masalah emosi yang terletak di dalam alam bawah dari setiap orang yang melakukannya. Masalah-masalah itu diantara lain adalah:

Meremehkan diri sendiri

Ada orang yang tanpa sadar selalu menganggap dirinya tidak mampu melakukan sesuatu, menganggap bahwa orang lain dapat melakukan segala sesuatu lebih baik darinya. Jadi, buat apa berusaha? lebih baik menunda dan menunggu sampai ada membantu.

Menunda pekerjaan karena takut gagal

Tidak sedikit juga prokrastinasi karena takut gagal. Ketakutannya ini menyebabkan dirinya takut untuk memulai dan akhirnya memilih untuk menunda-nunda pekerjaannya.

Perfeksionisme

Alasan terbesar lain orang prokrastinasi adalah perfeksionisme. Dirinya ingin segala sesuatu memiliki hasil yang sempurna. Sayangnya, terkadang apa yang ia lakukan bukanlah mengejar perbaikan, tetapi terus mencari kesalahan yang sebetulnya sudah di luar batas kemampuannya.

Burn Out

Burn out adalah kondisi dimana seseorang sudah mengalami stress yang berlebihan secara fisik dan mental. Biasanya ditandai dengan kelelahan fisik dan kesulitan untuk mengatur dna merasakan emosi.

Saat seseorang sudah burn out, biasanya ia akan mengalami kesulitan untuk dapat menentukan apa yang penting dan tidak. Jangankan menentukan prioritas, kemungkinan besar ia bahkan tidak dapat mengenali perasaannya sendiri dengan baik.

Jika kamu merasa mengalami gejala di atas, mungkin kamu sudah mengalami burn out dan membutuhkan istirahat lebih lama, atau kamu bisa menghubungi psikolog jika gejalamu sudah terlalu parah.

Terbiasa dengan gratifikasi instan

Social media, masturbasi, game, apa yang semua hal itu berikan sehingga membuat orang menunda pekerjaannya demi mereka? Jawabannya adalah gratifikasi instan.

Baca: Arti gratifikasi instan.

Ketika seseorang terbiasa dengan gratifikasi instan, maka orang tersebut akan sulit melihat hasil yang akan didapat dalam jangka panjang. Ia akan menunda pekerjaan, kabur dari tanggung jawabnya, dan membuang mimpinya, karena ia tahu, bahwa hasilnya baru akan datang di masa depan yang tidak pasti.

The power of kepepet?

Apakah kamu termasuk orang yang merasa bekerja paling baik saat sudah mendekati deadline? Dan setelah melakukannya berkali-kali, kamu jadi percaya kalau dirimu bisa bekerja paling baik dan cepat jika sudah kepepet. Sayangnya ini hanyalah kebohongan yang diberikan oleh otakmu sendiri.

Pada saat mendekati deadline, sebetulnya kita akan bergerak karena rasa takut dan bukan atas dasar semangat ataupun tanggung jawab. Hal ini menyebabkan kita akan mencari segala jalan untuk sekedar “menyelesaikan pekerjaan” tanpa memperdulikan kualitasnya sama sekali. Sebuah hal yang sebetulnya bisa kita lakukan sejak awal.

Cara berhenti prokrastinasi

Setelah kamu tahu alasan-alasan orang melakukan prokrastinasi, mungkin kamu sudah menyadari kalau alasanmu juga ada di sana. Untuk dapat mengatasinya, kamu harus dapat mengatasi apa yang ada di dalam pikiranmu sendiri dan berikut adalah 5 cara terbaik yang dapat kami anjurkan:

1. Memanusiakan diri

Yang pertama adalah kamu harus ingat kalau dirimu adalah manusia. Seorang manusia yang tidak sempurna, memiliki kekurangan dan juga kelebihan, dan tidak luput dari berbuat salah.

Ketika kamu betul-betul menerima dan menyadari hal ini, kamu akan sadar kalau mengharapkan hasil yang sempurna darimu adalah suatu hal yang tidak masuk akal. Kamu akan mulai menerima kalau apa yang kamu lakukan mungkin tidak sempurna, namun yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik.

Selain itu, berfokuslah pada kelebihan yang kamu miliki dan jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan saat ada hal yang menurutmu sulit karena ada di ranah yang merupakan kelemahanmu.

2. Pahami nilai dari waktu

Kamu juga harus sadar kalau waktu adalah sumber daya terpenting yang kamu miliki. Sumber daya yang tidak dapat tergantikan sebagaimanapun kamu memohon, meminta, dan berusaha. Begitu pula dengan waktu orang lain.

Dengan menyadari seberapa pentingnya waktu, kamu akan sadar, bahwa waktu yang kamu miliki, jika digunakan dengan baik, lebih baik kamu pakai untuk melakukan hal-hal yang penting bagi hidupmu. Untuk digunakan bersama orang-orang yang kamu cintai dan untuk melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia daripada untuk menunda-nunda.

3. Mulai dari hal kecil

Salah satu hal yang paling ditakuti oleh banyak orang adalah untuk memulai. Banyak penulis buku yang berprokrastinasi untuk mulai menulis kalimat pertamanya karena tahu menulis buku bukanlah hal mudah, orang yang takut memulai diet karena tahu bahwa prosesnya akan sulit dan mungkin menyakitkan, dan takut memulai karir baru karena banyaknya variabel yang tidak dapat dikendalikan.

Karena itu, pecahlah segala hal yang akan kamu kerjakan ke dalam hal-hal kecil. Mau menulis buku? Mulai dari menulis 500 kata saja, atau bahkan 1 paragraf saja. Mau diet? Mulai dari mengurangi porsi makananmu 1 sendok saja hari ini. Mulai karir baru? Mungkin kamu bisa mencoba melakukannya sebagai kerja sampingan.

Mulailah dari hal kecil yang mudah untuk kamu lakukan dan memiliki kemungkinan gagal yang kecil. Cara Ini dapat memudahkan prosesmu dalam memulai sesuatu dan mencegah kamu untuk prokrastinasi.

4. Eat the Frog

Dari salah satu buku best-seller yang berjudul Eat the Frog, Brian Tracy seorang motivator dan pakar perkembangan diri dari Kanada berkata bahwa Frog atau kodok merupakan gambaran dari tugas terpenting dan tersulit yang harus kamu lakukan. Jika ada pilihan untuk memakan kodokmu atau hal lain terlebih dahulu, makanlah kodokmu terlebih dahulu.

Apa yang Brian coba sampaikan adalah saat kita memiliki tugas yang sulit dan penting, lebih baik kita menyelesaikannya terlebih dahulu. Sehingga, setelahnya, yang tersisa hanyalah pekerjaan yang lebih mudah dan kamu akan lebih bersemengat untuk menyelesaikannya.

Karena jika sebaliknya, kamu mengerjakan yang mudah terlebih dahulu, saat kamu sudah lelah, kamu akan kehilangan semangat untuk mengerjakan hal yang sulit dan pada akhirnya kamu akan menunda pekerjaanmu.

5. Hadiahi diri sendiri

Buatlah reward saat kamu sudah menyelesaikan pekerjaan yang harus kamu lakukan. Misalnya kamu akan memperbolehkan dirimu untuk menonton 1 video Youtube saat kamu sudah menyelesaikan pekerjaanmu, atau kamu bisa melakukan sedikit olahraga. Yang pasti berikanlah dirimu sebuah hadiah yang menyenangkan bagi dirimu.

Dengan cara ini, kita memanipulasi alam bawah sadar dan juga hormon di tubuhmu untuk tidak merasakan stress ketika mengerjakan pekerjaanmu, dan memberikan arti dari setiap hal yang kamu lakukan. Walaupun kamu kurang menyukai apa yang kamu kerjakan, setidaknya kamu tahu bahwa di akhir semua itu, akan ada hadiah yang sudah menunggumu.

Kesimpulan

Terlepas dari segala hal yang menjadi alasanmu prokrastinasi, atau seberapa banyak kamu sudah melakukannya selama ini, terimalah bahwa kamu sudah melakukannya. Lalu, maafkanlah dirimu dan sadari kalau tidak semuanya berada di dalam kontrolmu.

Dan saat ini, karena kamu sudah menyadarinya dan mengetahui apa yang harus kamu lakukan, yang terpenting adalah keputusanmu untuk mulai mencoba menghadapinya dan berkomitmen untuk tidak melakukan prokrastinasi kembali.

Leave a Comment