10 Tips Terbaik Untuk Mengakhiri Kebiasaan Buruk

Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruknya masing-masing. Ada yang sesimpel kurang minum, ada yang suka berbohong.

Bahkan terkadang ada yang sudah tahu dan sadar kalau kebiasaannya tidak baik untuk dilakukan, tapi Ia tetap melakukannya. Hal itu karena Ia tidak tahu harus melakukan langkah apa saja untuk mengakhiri kebiasaan buruk tersebut.

Padahal beberapa kebiasaan buruk, jika tidak dihentikan sejak dini, dan dilakukan terus menerus, dapat merusak diri sendiri dan bahkan masa depan kita. Seperti kesehatan yang terus menurun akibat kebiasaan nyemil yang tidak sehat, hubungan yang rusak akibat kebiasaan berbohong, sampai dipecat dari pekerjaan akibat kebiasaan menunda.

Baca: 20 kebiasaan buruk yang merusak hidupmu

Karena itu, untuk dapat menghilangkan kebiasaan buruk, kamu bisa coba 10 cara menghilangkan kebiasaan buruk berikut ini.

Cara menghilangkan kebiasaan buruk

Dari buku Atomic Habit karya James Clear, dijabarkan bahwa setiap kebiasaan, baik ataupun buruk, memiliki 4 elemen yang membentuknya:

  • Pemicu
  • Hasrat
  • Respon
  • Hasil / penghargaan

Ketika ada pemicu, maka hasrat kita untuk melakukan suatu hal akan muncul, lalu kita dapat memilih apakah kita mau merespon hasrat itu atau membiarkannya. Ketika kita merespon, maka akan ada hasil yang kita dapat. Jika hasil yang kita dapat menyenangkan kita dan membuat kita mengeluarkan hormon-hormon bahagia, maka kita akan merespon dengan cara yang sama ketika pemicu yang sama muncul. Atau bahkan kita mungkin akan mencarinya.

Ketika hal ini terjadi dan terus berulang, maka terbentuklah sebuah siklus kebiasaan.

Cara yang akan kita bahas di sini akan berkutat diantara 4 elemen di atas dan bagaimana cara kita untuk melakukan intervensi sehingga kita dapat mengakhiri kebiasaan buruk kita, atau bahkan menggantinya dengan kebiasaan baik.

1. Temukan alasanmu untuk berhenti

Yang pertama harus kamu lakukan adalah memiliki alasan yang kuat kenapa kamu ingin mengakhiri kebiasaan buruk tersebut. Alasan inilah yang akan selalu menjadi titik kembali setiap kali pendirianmu goyah, pada saat godaan untuk melakukannya semakin kuat, dan pada saat kamu berpikir kalau kamu tidak akan bisa untuk berhenti.

2. Milikilah tujuan yang berarti

Selain memiliki alasan untuk memulai, kamu juga harus memiliki tujuan. Pada saat kamu berhasil berhenti dari kebiasaanmu, apa yang kamu ingin dapatkan? Apa hal baik yang mungkin terjadi pada hidupmu jika kamu berhasil melakukannya? Tujuan ini juga akan menjadi jangkar saat keraguan mulai muncul di dalam hatimu.

3. Temukan pemicunya

Setelah kamu menemukan alasan dan tujuanmu, yang harus kamu temukan adalah apa saja hal yang memicu kebiasaan burukmu. Kalau kebisaan burukmu adalah nyemil, mungkin pemicunya adalah karena kamu selalu menyediakan cemilan di meja kerjamu; Kalau kebiasaan burukmu adalah berbohong, mungkin ada ketakutan terpendam yang kamu belum sadari ketika kamu mencoba jujur; Dan kalau kebiasaan burukmu adalah kurang minum, mungkin karena kamu tidak menyediakan minum di dekatmu.

Setelah mengetahui pemicumu, kamu jadi bisa menghindari atau menghilangkannya sama sekali.

Baca: [prorkrastinasi]()

4. Berlatih mindfulness

Terkadang ada orang yang tidak pernah sadar saat Ia melakukan kebiasaan buruk, tapi baru menyadari ketika Ia sudah melakukannya. Karena itu, penting untukmu melatih mindfulness sehingga kamu bisa lebih menyadari setiap kondisi dirimu dan bisa menghentikan kebisaan buruk itu bahkan ketika pemicunya baru saja muncul.

5. Mulai dari kecil

Saat kamu mencoba untuk menghentikan kebiasaan buruk, cobalah membuat target mulai dari target yang kecil. Misalkan kamu ingin berhenti nyemil, maka cobalah membuat target yang mudah terlebih dahulu, contohnya satu minggu tidak nyemil sama sekali.

Baru setelah satu minggu kamu berhasil, kamu bisa membuat target yang lebih besar lagi.

6. Cari bantuan

Jika kmau merasa kesulitan melakukannya sendiri, kamu bisa bergabung di komunitas yang mengalami masalah yang sama, atau kamu bisa menghubungi psikolog untuk membantu mencari pemicu dari kebisaaan burukmu dan minta bantuan untuk mencari jalan keluarnya.

7. Berikan hadiah pada dirimu

Setelah kamu membuat suatu target dan berhasil melakukannya, berilah dirimu hadiah pada dirimu sendiri. Hadiah ini harus merupakan hal yang kamu senangi dan membuatmu ketagihan untuk tidak melakukan kebiasaan burukmu kembali.

8. Buat menjadi sulit

Salah satu strategi yang dianjurkan oleh James Clear dalam bukunya, Atomic Habit adalah “Make it difficult,” dimana jika kamu sudah mengenali kebiasaan burukmu, yang kamu harus lakukan adalah membuat setiap prosesnya menjadi sulit atau bahkan hampir tidak mungkin dilakukan.

Misalnya jika kamu punya kebiasaan nyemil, maka kamu bisa menghilangkan semua cemilan dari rumahmu. Atau jika kamu kebiasaan menonton porno, kamu bisa menghapus setiap video dari laptop dan komputermu, menghapus VPN, dan jangan pernah membiarkan dirimu ada di ruangan tertutup sendirian.

9. Ubah identitasmu

Cara terbaik untuk merubah sebuah kebiasaan buruk adalah dengan merubah identitas kita. Ada sebuah riset yang mencoba untuk membantu orang yang ingin berhenti merokok, group A diperintahkan untuk berkata “saya berhenti merokok”, dan group B diperintahkan untuk berkata “saya bukan perokok”, ketika ditawarkan merokok.

Hasilnya adalah group B yang secara tidak langsung merubah identitasnya melalui perkataannya memiliki hasil keberhasilan untuk berhenti merokok yang jauh lebih tinggi daripada group A.

Dengan merubah identitas, kamu akan lebih mudah untuk menghilangkan kebiasaan burukmu, karena dengan begitu kamu menanamkan kepercayaan di dalam dirimu, kalau kebiasaan buruk yang pernah kamu miliki itu bukan dan tidak pernah menjadi identitasmu.

10. Maafkan dirimu

Pasti, ada saja saatnya kita gagal. Atau saat dimana kita secara tidak sengaja kembali melakukan kebiasaan buruk kita. Sadarilah kalau kita adalah manusia yang tidak sempurna dan kegagalan adalah hal yang wajar untuk terjadi.

Yang terpenting adalah kamu belajar dari kegagalan tersebut, dan kamu bangkit untuk kembali melanjutkan perjuanganmu untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Kesimpulan

Kebiasaan buruk adalah hal yang wajar dimiliki setiap orang. Apapaun kebiasaan burukmu, kamu tidak perlu malu ataupun berkecil hati, karena yang terpenting adalah keputusanmu hari ini juga. Apakah kamu mau memutuskan untuk berhenti, atau terus melakukan kebiasaan buruk itu dan merusak masa depanmu.

Semua pilihan ada di tanganmu.

Leave a Comment